Thursday, 9 October 2014

Tatah Sungging

Kemunculan wayang sangat erat dengan kepercayaan masyarakat jawa sebelum masuknya agama-agama besar (hindu, Budha, Islam) ke Indonesia. Saat itu wayang digunakan sebagai media ‘penghubung’ manusia dengan roh-roh nenek moyang yang dipercaya masih ada disekeliling mereka. Mereka percaya, ketika melakukan ritual-ritual tertentu, arwah nenek moyang masuk ke dalam wayang sehingga mereka bisa berkomunikasi dengan arwah-arwah nenek moyang mereka. dan hal ini erat hubungannya dengan kepercayaan animisme masyarakat saat itu.
Kerajinan tatah sungging terutama wayang kulit adalah kerajinan yang memadukan seni dan sejarah wayang kulit. Ini dikarenakan untuk membuat wayang kulit diperlukan kemauan belajar yang tinggi, keuletan dan rasa kecintaan yang tinggi dengan cerita pewayangan.  Wayang kulit sebagai salah satu warisan leluhur khususnya dari Kraton Yogyakarta diharapkan menjadi contoh warisan yang dijaga dan dipertahankan demi kelangsungan keberadaan wayang kulit khususnya dan sebagai identitas kota Yogyakarta pada umumnya.
Salah satu warga yang sedang membuat wayang

Nah...gambar di atas merupakan salah satu gambaran mengenai Jemparingan. Mau tau lebih dalam tentang Jemparingan? Jemparingan di atas ketinggian tertentu? Jemparingan dengan suasana yang berbeda?

Ikuti SCOUT CAMP COMPETITION 2014 !!! :)

0 comments:

Post a Comment