Kemunculan wayang sangat erat dengan kepercayaan masyarakat jawa sebelum
masuknya agama-agama besar (hindu, Budha, Islam) ke Indonesia. Saat itu
wayang digunakan sebagai media ‘penghubung’ manusia dengan roh-roh
nenek moyang yang dipercaya masih ada disekeliling mereka. Mereka
percaya, ketika melakukan ritual-ritual tertentu, arwah nenek moyang
masuk ke dalam wayang sehingga mereka bisa berkomunikasi dengan
arwah-arwah nenek moyang mereka. dan hal ini erat hubungannya dengan
kepercayaan animisme masyarakat saat itu.
Kerajinan tatah sungging terutama wayang kulit adalah kerajinan yang
memadukan seni dan sejarah wayang kulit. Ini dikarenakan untuk membuat
wayang kulit diperlukan kemauan belajar yang tinggi, keuletan dan rasa
kecintaan yang tinggi dengan cerita pewayangan. Wayang kulit sebagai
salah satu warisan leluhur khususnya dari Kraton Yogyakarta diharapkan
menjadi contoh warisan yang dijaga dan dipertahankan demi kelangsungan
keberadaan wayang kulit khususnya dan sebagai identitas kota Yogyakarta
pada umumnya.
![]() |
| Salah satu warga yang sedang membuat wayang |
Nah...gambar di atas merupakan salah satu gambaran mengenai
Jemparingan. Mau tau lebih dalam tentang Jemparingan? Jemparingan di
atas ketinggian tertentu? Jemparingan dengan suasana yang berbeda?
Ikuti SCOUT CAMP COMPETITION 2014 !!! :)
|


0 comments:
Post a Comment