Latihan Gabungan 4
Perti merupakan kegiatan bersama yang diadakan sekali dalam setahun dengan
Pramuka 4 Perguruan Tinggi, yakni UGM, ITS, UNAIR, dan UNDIP. Tujuan
diadakannya kegiatan ini untuk menjalin tali silahturahim antar keempat perti
tersebut. Selain itu, sebagai sarana berbagi ilmu tentang kepramukaan maupun
non kepramukaan yang dikemas secara gembira ria.
Kali ini, Latgab 4
Perti dilaksanakan pada Jum’at – Minggu, 27 Februari – 1 Maret 2015 berlokasi
di Pleburan, Promasan, Kebun Teh Medini, dan kawasan lereng Gunung Ungaran
dengan UNDIP sebagai tuan rumah.
Teman-teman dari
Pramuka UGM berangkat menuju lokasi Latgab Kamis malam (26/2) pukul 20.40
dengan menggunakan bus tiga perempat yang dicarter hingga Kampus Pleburan.
Dalam perjalanan ke Semarang, bus sempat berhenti dua kali karena kondisi lampu
bus yang mati. Selain itu, wiper pada bus juga tidak bisa berfungsi sebagai
mana mestinya.
Sampai di Kampus
Pleburan pukul 01.00 dini hari. Karena lupa dengan lokasi transit, kami dikawal
oleh lima belas motor anggota Pramuka Undip. Mereka mengira kami menggunakan
bus umum yang harus dijemput. Tiga puluh menit kemudian, rombongan dari UNAIR
menyusul. Setelah memperkenalkan diri per anggota, kami beristirahat.
Pagi harinya, rombongan
dari ITS datang. Datang sebelum sarapan dimulai. Setelah persiapan keperluan
pribadi, kami melakukan upacara pembukaan. Kemudian, kami berkumpul di aula
untuk mengikuti Materi 1 yang disampaikan oleh Kak Iroh dan Kak Huda dari
UGM. Materi yang disampaikan adalah
SWAMEDIKA, yakni pengobatan yang dilakukan dengan diri sendiri.
| Materi SWAMEDIKA yang disampaikan perwakilan dari Pramuka UGM, Kak Iroh |
Jam 9.30 – 10.00 kami
bersiap-siap untuk melakukan perjalanan menuju lokasi camp. Ke Kebun Teh Medini
di kaki Gunung Ungaran. Kami kesana menggunakan truk Dalmas, truk yang biasa
mengangkut TNI. Cuaca cukup cerah hingga tiba di TKP berubah menjadi gerimis
kecil. Sesampainya di lokasi, kami melakukan shalat jum’at dan istirahat.
Perjalanan dilanjutkan
pukul 14.00. Meskipun hujan turun tidak menyurutkan semangat kami untuk sampai
di atas. Kami pun berjalan menggunakan ponco atau jas hujan. Sesampainya di pos
terakhir, pukul 16.03, kami bergegas membangun tenda. Sayangnya salah satu
tenda bermasalah dengan frame. Namun, segera teratasi.
| Tetap semangat meskipun hujan, Kakak :) |
Tiba saatnya shalat
Maghrib, kami pun berjamaah. Setelah itu, kami memutuskan untuk memasak makan
malam. Menunya: mie goreng, telur dadar, sarden, energen, dan susu hangat.
Malam harinya diadakan
api unggun yang dilanjutkan dengan pentas seni secara mendadak sampai pukul
23.00. Sebelum masing-masing pangkalan mengeluarkan “ide kreatif”-nya, kembali
kami melakukan perkenalan masing-masing peserta. Perkenalan dilakukan dengan
menyebutkan nama, fakultas, dan status.
| Permainan "Jika-Maka" dari Kak Afif saat malam api unggun |
Oh ya, setelah pentas
seni diadakan permainan. Pertama tama dari UNDIP yang dimotori oleh Kak ARB
alias Abu Rizal Bakri dengan puisi yang berjudul “API”. Dua kata sesudahnya
“Ditiup... Mati”. Dan terdengarlah derai tawa kami malam itu. UNDIP selesai,
giliran Kak Afif, sebagai perwakilan dari UGM, memberikan intruksi permainan
“Jika-Maka”. Lalu, UNAIR tidak mau kalah dengan permainan “Pesta Nenek Ulang
Tahun” yang dikoordinasi oleh Kak Nabriya. Terakhir, dari ITS yang menampilkan
permainan “Seribu Garis” yang dikoordinir oleh Kak Maman dan Kak Azim.
Sayangnya, api unggun yang kami buat tidak bertahan lama karena kondisi kayu
setengah basah dan terlalu banyak bensin yang dituang untuk membuat api.
Pagi harinya, Sabtu
(28/2), sebagian besar teman-teman Pramuka UGM bangun kesiangan karena hawa
yang cukup menggigit tulang. Kak Ayu saja lebih memilih tidur di dalam saung
sekitar bukit daripada tidur di dalam tenda. Kemudian Kak Wiwit, Tari, Afif,
dan Kak Samsu bergegas untuk shalat subuh sedangkan teman-teman RGM (Racana
Gadjah Mada), masih tidur! Ckckck.
Saatnya sarapan
\(*o*)/
| Sarapan pagi, Kakak :) |
Pagi itu kami membuat mie
(lagi). Karena stok roti tawar yang masih banyak, Kak Alex dari ITS menghampiri
kami. Segera ia mengolesi roti tawar kami dengan mentega. Buat Roti Bakar!!!
Selain itu, kami juga membuat agar-agar sebagai pencuci mulut.
Sebagai manusia yang
mengaku mencintai lingkungan, ada baiknya setelah menggunakan alat makan dicuci
dulu *lho*, jangan lupa juga sampahnya. Jangan pernah meninggalkan sampah di
tempat kita berpijak, ya Kak. Nanti kotor. Kalau lingkungan kotor, nggak indah
lagi dong?
| Jangan meninggalkan sampah, Kakak :) |
Di sisi lain, teman-teman
UNAIR sedang menyiapkan materi yang akan diberikan, teman-teman Pramuka UGM
mlipir ke Goa Jepang yang tidak jauh dari lokasi camp. Karena penasaran, kami
menelusuri goa tersebut. Sayangnya, kami tidak membawa senter. Jadilah
foto-foto nggak jelas :D
Niat awal, Kak Abu Rizal
Bakrie dan salah seorang temannya, menyusul kami untuk mengikuti materi. Tapi,
saking penasaran dengan goa yang terkenal “bersejarah” ini, jadilah Kak Abu Rizal
Bakrie menemani kami yang sedang berwisata.
Saatnya materi!
Setelah kembali ke
lokasi camp, teman-teman Pramuka UNAIR sudah siap dengan HYDROGEL. Ya, materi
yang disampaikan oleh Kak Bagus Fery Yanto. Setiap pangkalan diberikan satu
buah gelas plastik bening dan tanaman lidah buaya beserta hydrogel untuk
dilakukan praktik bersama-sama.
| Hasil praktik materi hydrogel dari UNAIR |
Setelah Materi dari
UNAIR selesai, giliran dari UNDIP. Materinya dinamakan Bazoka Filter yang
disampaikan oleh Kak Aburizal Bakrie, dkk. Materinya tentang penyaringan air
kotor menggunakan pasir, sabut kelapa, kerikil, karbon aktif, sehingga menghasilkan
air jernih yang siap untuk dikonsumsi.
| Materi Bazoka Filter dari UNDIP |
Matahari mulai
beranjak naik. Tepat di atas kepala. Panas mulai menjalar dari tubuh. Setelah
selesai memasak makan siang (lagi-lagi mie dan sarden), kami melanjutkan
perjalanan turun menuju Kampus Pleburan. Sebelum pulang, kami berfoto-foto ria.
Dalam perjalanan
turun, Kak Huda sangat bersemangat sekali. Mungkin karena ia tidak betah
menghirup udara di atas bukit ya...
Di perjalanan yang
cukup terjal, kami melewati lahan kebun kopi milik warga dan hutan pinus.
Perjalanan ini membutuhkan waktu selama 2 jam. sampailah kami di Camp Mawar
untuk menunggu jemputan menuju Kampus Pleburan. Sesampainya di Kampus Pleburan,
saat maghrib, kami bergegas shalat dan sebagian membuat makanan untuk makan
malam.
Ada yang beda di makan
malam kali ini. Teman-teman Pramuka UGM dan ITS masak bersama. Kami berbagi
beras dan lauk pauk (ITS menyumbang sayuran, terong, beras). Kami membuat sayur
lodeh dan minuman jahe untuk menambah stamina.
Setelah mandi dan
sholat isya’, teman-teman Racana Tribhuwanatunggadewi, jalan-jalan ke Simpang
Lima. Setelah itu di susul teman-teman Racana Gadjah Mada, namun hanya kak
huda, kak sandy, kak roby, dan kak feri yang ke simpang lima. Sementara
kakak-kakak yang lain istirahat.
| Jalan-jalan ke Simpang Lima, Semarang |
Keesokan harinya...
Ada materi dari ITS
yakni tentang pembuatan Robot Line Follower Analog yang disampaikan oleh Kak
Azmi, dkk. Di materi kali ini, peserta mendapat kesempatan untuk ikut
merakit komponen robot.
| Materi Robot Line Follower Analog dari ITS |
Setelah itu, teman-teman
Pramuka UGM, ITS, UNAIR, dan UNDIP jalan-jalan keliling Kota Semarang, dari
simpang lima hingga lawang sewu. Berjalan kaki! Di perjalanan, kami ditawari
naik shuttle bus gratis dari Pemkot tapi kami menolak. Hehehe... sok kuat ya J
Sesampainya di Lawang
Sewu, kami ditemani seorang tour guide. Kami berkeliling Lawang Sewu namun
hanya di lantai satu karena ruang bawah tanah sedang direnovasi. Untuk
mengurangi kekecewaan, kami berfoto bersama. Pose yang dilakukan pun aneh. Kak
Ramzi contohnya, ia berpose seakan-akan terlindas kereta api. Jam dua siang,
kami kembali ke Kampus UNDIP. Kali ini kami naik shuttle bus GRATIS karena
cuaca yang sangat panas.
| Pose dulu di depan kereta Lawang Sewu, Semarang :) |
Sesampainya disana,
kami bergegas untuk persiapan upacara penutupan. Setelah itu, kami
berbincang-bincang tentang Latgab 4 Perti tahun depan. Dan sesi foto pun
dimulai sampai kami kembali ke Jogja.
| Persiapan pulang Jogja \(*o*)/ |
So? Bagaimana Latgab 4
Perti tahun depan? SAMPAI JUMPA DI UNAIR J

0 comments:
Post a Comment