Saturday, 7 March 2015

Kunjungan SMANEMA dan MANEMA ke Pramuka UGM

Sabtu pagi (21/02), Pramuka UGM kedatangan tamu dari Pramuka Penegak Pangkalan SMAN Mojoagung dan MAN Mojoagung, Jombang, Jawa Timur.


Kunjungan ini sebagai salah satu agenda dari kedua pangkalan untuk sharing pengetahuan dan pengalaman tentang Pramuka Garuda. Sebelum dilakukan sharing, tamu tersebut harus melakukan beberapa prosesi adat. Yuk, cek prosesi Adat Penerimaan Tamu yang dilakukan oleh Pramuka UGM :)
Pramuka Putri dari kedua pangkalan bersiap mengikuti Adat Penerimaan Tamu


Eits, sebelum masuk ‘rumah’, baris dulu ya Kak. Yang tertib. Oh iya, Adat Penerimaan Tamu ini meskipun dilakukan bersama-sama tapi pelaksanaannya berbeda. SaPi. Satuan Terpisah.
 

Salah satu bagian Adat Penerimaan Tamu: cuci kaki dulu dengan campuran air kembang mawar. Prosesi ini dilakukan oleh Pemangku Adat Racana Gadjah Mada dan Racana Tribhuwanatunggadewi.




Setelah membersihkan kaki, giliran bagian wajah yang dibasuh dengan air kendi. Dilanjutkan dengan pemberian roncengan bunga melati. Prosesi ini dilakukan langsung oleh Ketua Racana Gadjah Mada dan Racana Tribhuwanatunggadewi, loh :)


Selamat datang di Ruang Sidang 2.
Yuk, sambutan dari Ketua Racana Gadjah Mada dan Racana Tribhuwanatunggadewi dulu. Saling kenalan dulu :)
Tak kenal, maka tak sayang, bukan?


Disisi lain, makanan adat sudah siap untuk dihidangkan.
Menu kali ini air gulas atau air gula asam
dan makanan jajan pasar: gethuk, cenil, klepon. Yummy :)
*jadi laper


Sekarang, masuk ke sesi penyampaian materi Pramuka Garuda oleh Kak Kristiyani Dwi Marsiwi, DG. Pemangku Adat Racana Tribhuwanatunggadewi. Hayo yang mau nyatet ya silahkan, yang belum jelas silahkan tanya :)

Pandega Garuda itu Setia, Siap, Sedia :)


Setelah materi ada kuis loh.
Ini dia pemenang kuis dari Kak Titin.


Sebelum pulang, pemberian keang-kenangan dari Pramuka UGM ke perwakilan sekolah. Ini genta, sebagai tanda bahwa penghuni rumah menerima kedatangan tamu.


SMAN Mojoagung dan MAN Mojoagung juga punya kenang-kenangan untuk Pramuka UGM loh :)


Yuk, buat lingkaran bhakti dulu. Lingkaran bhakti ini bukan perpisahan, ya Kakak. Lingkaran ini adalah awal dari silahturahim kita :)


Kesan dan pesan dari Pramuka UGM untuk Pramuka Penegak SMAN Mojoagung. Semangat!!!!

Latihan Gabungan 4 Perguruan Tinggi edisi Semarang :)

Latihan Gabungan 4 Perti merupakan kegiatan bersama yang diadakan sekali dalam setahun dengan Pramuka 4 Perguruan Tinggi, yakni UGM, ITS, UNAIR, dan UNDIP. Tujuan diadakannya kegiatan ini untuk menjalin tali silahturahim antar keempat perti tersebut. Selain itu, sebagai sarana berbagi ilmu tentang kepramukaan maupun non kepramukaan yang dikemas secara gembira ria.


Kali ini, Latgab 4 Perti dilaksanakan pada Jum’at – Minggu, 27 Februari – 1 Maret 2015 berlokasi di Pleburan, Promasan, Kebun Teh Medini, dan kawasan lereng Gunung Ungaran dengan UNDIP sebagai tuan rumah.
Teman-teman dari Pramuka UGM berangkat menuju lokasi Latgab Kamis malam (26/2) pukul 20.40 dengan menggunakan bus tiga perempat yang dicarter hingga Kampus Pleburan. Dalam perjalanan ke Semarang, bus sempat berhenti dua kali karena kondisi lampu bus yang mati. Selain itu, wiper pada bus juga tidak bisa berfungsi sebagai mana mestinya.
Sampai di Kampus Pleburan pukul 01.00 dini hari. Karena lupa dengan lokasi transit, kami dikawal oleh lima belas motor anggota Pramuka Undip. Mereka mengira kami menggunakan bus umum yang harus dijemput. Tiga puluh menit kemudian, rombongan dari UNAIR menyusul. Setelah memperkenalkan diri per anggota, kami beristirahat.
Pagi harinya, rombongan dari ITS datang. Datang sebelum sarapan dimulai. Setelah persiapan keperluan pribadi, kami melakukan upacara pembukaan. Kemudian, kami berkumpul di aula untuk mengikuti Materi 1 yang disampaikan oleh Kak Iroh dan Kak Huda dari UGM.  Materi yang disampaikan adalah SWAMEDIKA, yakni pengobatan yang dilakukan dengan diri sendiri.


Materi SWAMEDIKA yang disampaikan perwakilan dari Pramuka UGM, Kak Iroh
Jam 9.30 – 10.00 kami bersiap-siap untuk melakukan perjalanan menuju lokasi camp. Ke Kebun Teh Medini di kaki Gunung Ungaran. Kami kesana menggunakan truk Dalmas, truk yang biasa mengangkut TNI. Cuaca cukup cerah hingga tiba di TKP berubah menjadi gerimis kecil. Sesampainya di lokasi, kami melakukan shalat jum’at dan istirahat.
Perjalanan dilanjutkan pukul 14.00. Meskipun hujan turun tidak menyurutkan semangat kami untuk sampai di atas. Kami pun berjalan menggunakan ponco atau jas hujan. Sesampainya di pos terakhir, pukul 16.03, kami bergegas membangun tenda. Sayangnya salah satu tenda bermasalah dengan frame. Namun, segera teratasi.

Tetap semangat meskipun hujan, Kakak :)
Tiba saatnya shalat Maghrib, kami pun berjamaah. Setelah itu, kami memutuskan untuk memasak makan malam. Menunya: mie goreng, telur dadar, sarden, energen, dan susu hangat.
Malam harinya diadakan api unggun yang dilanjutkan dengan pentas seni secara mendadak sampai pukul 23.00. Sebelum masing-masing pangkalan mengeluarkan “ide kreatif”-nya, kembali kami melakukan perkenalan masing-masing peserta. Perkenalan dilakukan dengan menyebutkan nama, fakultas, dan status.

Permainan "Jika-Maka" dari Kak Afif saat malam api unggun
Oh ya, setelah pentas seni diadakan permainan. Pertama tama dari UNDIP yang dimotori oleh Kak ARB alias Abu Rizal Bakri dengan puisi yang berjudul “API”. Dua kata sesudahnya “Ditiup... Mati”. Dan terdengarlah derai tawa kami malam itu. UNDIP selesai, giliran Kak Afif, sebagai perwakilan dari UGM, memberikan intruksi permainan “Jika-Maka”. Lalu, UNAIR tidak mau kalah dengan permainan “Pesta Nenek Ulang Tahun” yang dikoordinasi oleh Kak Nabriya. Terakhir, dari ITS yang menampilkan permainan “Seribu Garis” yang dikoordinir oleh Kak Maman dan Kak Azim. Sayangnya, api unggun yang kami buat tidak bertahan lama karena kondisi kayu setengah basah dan terlalu banyak bensin yang dituang untuk membuat api.
Pagi harinya, Sabtu (28/2), sebagian besar teman-teman Pramuka UGM bangun kesiangan karena hawa yang cukup menggigit tulang. Kak Ayu saja lebih memilih tidur di dalam saung sekitar bukit daripada tidur di dalam tenda. Kemudian Kak Wiwit, Tari, Afif, dan Kak Samsu bergegas untuk shalat subuh sedangkan teman-teman RGM (Racana Gadjah Mada), masih tidur! Ckckck.
Saatnya sarapan \(*o*)/

Sarapan pagi, Kakak :)
Pagi itu kami membuat mie (lagi). Karena stok roti tawar yang masih banyak, Kak Alex dari ITS menghampiri kami. Segera ia mengolesi roti tawar kami dengan mentega. Buat Roti Bakar!!! Selain itu, kami juga membuat agar-agar sebagai pencuci mulut.
Sebagai manusia yang mengaku mencintai lingkungan, ada baiknya setelah menggunakan alat makan dicuci dulu *lho*, jangan lupa juga sampahnya. Jangan pernah meninggalkan sampah di tempat kita berpijak, ya Kak. Nanti kotor. Kalau lingkungan kotor, nggak indah lagi dong?
Jangan meninggalkan sampah, Kakak :)
Di sisi lain, teman-teman UNAIR sedang menyiapkan materi yang akan diberikan, teman-teman Pramuka UGM mlipir ke Goa Jepang yang tidak jauh dari lokasi camp. Karena penasaran, kami menelusuri goa tersebut. Sayangnya, kami tidak membawa senter. Jadilah foto-foto nggak jelas :D
Niat awal, Kak Abu Rizal Bakrie dan salah seorang temannya, menyusul kami untuk mengikuti materi. Tapi, saking penasaran dengan goa yang terkenal “bersejarah” ini, jadilah Kak Abu Rizal Bakrie menemani kami yang sedang berwisata.
Saatnya materi!
Setelah kembali ke lokasi camp, teman-teman Pramuka UNAIR sudah siap dengan HYDROGEL. Ya, materi yang disampaikan oleh Kak Bagus Fery Yanto. Setiap pangkalan diberikan satu buah gelas plastik bening dan tanaman lidah buaya beserta hydrogel untuk dilakukan praktik bersama-sama.

Hasil praktik materi hydrogel dari UNAIR
Setelah Materi dari UNAIR selesai, giliran dari UNDIP. Materinya dinamakan Bazoka Filter yang disampaikan oleh Kak Aburizal Bakrie, dkk. Materinya tentang penyaringan air kotor menggunakan pasir, sabut kelapa, kerikil, karbon aktif, sehingga menghasilkan air jernih yang siap untuk dikonsumsi.

Materi Bazoka Filter dari UNDIP
Matahari mulai beranjak naik. Tepat di atas kepala. Panas mulai menjalar dari tubuh. Setelah selesai memasak makan siang (lagi-lagi mie dan sarden), kami melanjutkan perjalanan turun menuju Kampus Pleburan. Sebelum pulang, kami berfoto-foto ria.
Dalam perjalanan turun, Kak Huda sangat bersemangat sekali. Mungkin karena ia tidak betah menghirup udara di atas bukit ya...
Di perjalanan yang cukup terjal, kami melewati lahan kebun kopi milik warga dan hutan pinus. Perjalanan ini membutuhkan waktu selama 2 jam. sampailah kami di Camp Mawar untuk menunggu jemputan menuju Kampus Pleburan. Sesampainya di Kampus Pleburan, saat maghrib, kami bergegas shalat dan sebagian membuat makanan untuk makan malam.
Ada yang beda di makan malam kali ini. Teman-teman Pramuka UGM dan ITS masak bersama. Kami berbagi beras dan lauk pauk (ITS menyumbang sayuran, terong, beras). Kami membuat sayur lodeh dan minuman jahe untuk menambah stamina.
Setelah mandi dan sholat isya’, teman-teman Racana Tribhuwanatunggadewi, jalan-jalan ke Simpang Lima. Setelah itu di susul teman-teman Racana Gadjah Mada, namun hanya kak huda, kak sandy, kak roby, dan kak feri yang ke simpang lima. Sementara kakak-kakak yang lain istirahat.
Jalan-jalan ke Simpang Lima, Semarang
Keesokan harinya...
Ada materi dari ITS yakni tentang pembuatan Robot Line Follower Analog yang disampaikan oleh Kak Azmi, dkk. Di materi kali ini, peserta mendapat kesempatan untuk ikut merakit komponen robot. 
Materi Robot Line Follower Analog dari ITS

Setelah itu, teman-teman Pramuka UGM, ITS, UNAIR, dan UNDIP jalan-jalan keliling Kota Semarang, dari simpang lima hingga lawang sewu. Berjalan kaki! Di perjalanan, kami ditawari naik shuttle bus gratis dari Pemkot tapi kami menolak. Hehehe... sok kuat ya J
Sesampainya di Lawang Sewu, kami ditemani seorang tour guide. Kami berkeliling Lawang Sewu namun hanya di lantai satu karena ruang bawah tanah sedang direnovasi. Untuk mengurangi kekecewaan, kami berfoto bersama. Pose yang dilakukan pun aneh. Kak Ramzi contohnya, ia berpose seakan-akan terlindas kereta api. Jam dua siang, kami kembali ke Kampus UNDIP. Kali ini kami naik shuttle bus GRATIS karena cuaca yang sangat panas.
Pose dulu di depan kereta Lawang Sewu, Semarang :)
Sesampainya disana, kami bergegas untuk persiapan upacara penutupan. Setelah itu, kami berbincang-bincang tentang Latgab 4 Perti tahun depan. Dan sesi foto pun dimulai sampai kami kembali ke Jogja.
Persiapan pulang Jogja \(*o*)/
So? Bagaimana Latgab 4 Perti tahun depan? SAMPAI JUMPA DI UNAIR J